- Powered by
- WordPress
-
Konsolidasi Raksasa BUMN dan Transaksi Triliunan Warnai Rekor Baru IHSG
Pada 7 Januari 2026, pasar modal Indonesia mencatat rekor baru dengan IHSG menguat, didorong oleh sektor BUMN, Industri, dan Dasar. Restructuring saham terjadi di ADHI, Mandiri, dan BRI. Transaksi besar melibatkan BBTN, dan investor aktif di DEWA. Temuan menarik bahwa beberapa direksi BNI tidak memiliki saham.
-
Gebrakan AI Sumber Sinergi Makmur (IOTF): Bidik Produktivitas Naik 50% di Tengah Rekor Baru IHSG
PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mengumumkan strategi agresif untuk meningkatkan kinerja dan pertumbuhan, menargetkan kenaikan pendapatan 30% pada 2026. Dengan penerapan kecerdasan buatan, perusahaan berencana meningkatkan produktivitas, serta mengandalkan sistem ERP Fox Ledger untuk keamanan data. Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan IHSG di pasar modal Indonesia.
-
RMKO Meroket 217 Persen, Pengendali Serok Cuan Rp15 Miliar di Tengah Rekor Baru IHSG
Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) melonjak hingga ratusan persen, menarik perhatian pasar. Pemegang saham pengendali, PT RMK Investama, mendivestasikan 60 juta saham pada Rp250 per saham, meraih Rp15 miliar. Transaksi ini meningkatkan porsi kepemilikan publik. Indeks IHSG juga mencetak rekor baru, didorong oleh sektor-sektor utama.
-
Sinergi Raksasa BUMN: Bank Mandiri dan BRI Kompak Alihkan Saham Danantara AM ke BP BUMN
Di awal tahun 2026, restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berjalan cepat dengan Bank Mandiri mengalihkan 0,52 persen saham di PT Danantara AM kepada Badan Pengelola BUMN. Transaksi ini mengikuti langkah Bank BRI sebelumnya. Pasar positif didorong indeks IHSG yang mencetak rekor tertinggi, diiringi aksi korporasi lainnya.
-
Aksi “Bongkar Pasang” Saham WGSH: Saat Pengendali Borong, Pemegang Saham Utama Justru Divestasi Rp1,3 Miliar
Dinamika perubahan kepemilikan saham di PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) mencolok di awal 2026. Pusaka Mas Persada melepas 5,2 juta saham, mengurangi kepemilikan menjadi 9,28 persen. Sementara itu, pengendali Ikin Wirawan membeli 21,05 juta saham, menunjukkan optimisme di tengah penguatan IHSG, yang mencapai rekor tertinggi baru.
-
Restrukturisasi BUMN Dimulai: BRI dan Mandiri Alihkan Saham ke BP BUMN Saat IHSG Cetak Rekor Baru
Jakarta menyaksikan restrukturisasi signifikan di dalam BUMN, yang ditandai dengan transfer 806 juta saham PT Danantara Asset Management ke Badan Pengatur BUMN oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Langkah ini bertujuan untuk mematuhi peraturan dan tidak memengaruhi operasional BRI. Transfer serupa terjadi di PT Bank Mandiri dan di sektor konstruksi. Sementara itu, pasar saham Indonesia…
-
Unilever (UNVR) Lego Sariwangi Rp1,5 Triliun di Tengah Rekor IHSG yang Tak Terbendung
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi menjual merek teh “Sariwangi” kepada PT Savoria Kreasi Rasa seharga Rp1,5 triliun, melebihi nilai pasar. Penjualan ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham karena kontribusi Sariwangi kecil. Langkah ini bertujuan agar UNVR dapat fokus pada bisnis inti untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
-
Summarecon (SMRA) Pecah Telur! Jadi Emiten Pertama yang Listing Obligasi di 2026
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menjadi emiten pertama yang mencatatkan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 2026, dengan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2025. Obligasi ini terdiri dari dua seri dengan total nilai Rp500 miliar, sebagai bagian dari strategi penggalangan dana dalam pasar modal yang sedang aktif.
-
Sentimen Pasar Sesi 1: Manuver Raksasa DEWA, Sinyal Tender IATA, hingga Warning Suspensi BEI
Pasar modal Indonesia pada 7 Januari 2026 menunjukkan dinamika positif dengan aksi korporasi signifikan, seperti buyback saham oleh PT Darma Henwa Tbk dan rencana tender sukarela oleh PT Karya Pacific Investama. Namun, investor diingatkan tentang tekanan regulasi dan pengawasan khusus terhadap beberapa saham, termasuk PT Asuransi Digital Bersama Tbk.
-
Gebrakan Sesi 1: Manuver Jumbo DEWA, Tender IATA, hingga Guyuran Dana Tol Ancol Warnai Bursa 7 Januari
Pasar modal Indonesia menunjukkan agresivitas tinggi pada 7 Januari 2026, dengan emiten seperti DEWA dan IATA melakukan buyback dan tender offer besar. PJAA dan TRIN mencatatkan pemasukan signifikan dari proyek strategis. IHSG tetap stabil di zona hijau, mencerminkan sentimen pasar yang optimis meski ada klarifikasi dari ENVY mengenai rumor keuangan.
-
Lego Saham KRYA hingga Rekor Baru IHSG: Gebrakan Emiten Warnai Awal Tahun 2026
Dinamika pasar modal Indonesia di Januari 2026 menunjukkan pertumbuhan agresif, dipicu oleh divestasi dan buyback saham. Green City menjual saham KRYA senilai Rp12 miliar, sementara IHSG mencapai rekor baru. Sektor industri dan dasar mencatat lonjakan signifikan. Emiten besar lainnya juga berpartisipasi dalam berbagai aksi likuiditas.
-
Triniti Dinamik (TRUE) Masih Kantongi Rp65,9 Miliar Dana IPO, Sarijaya Jadi Tempat “Parkir” Sementara
PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melaporkan sisa dana IPO sebesar Rp65,9 miliar per 31 Desember 2025, yang mencakup 44,66 persen dari total dana yang dikumpulkan. Penggunaan dana termasuk pembelian ruang kantor dan pengembangan proyek District East, di tengah kondisi positif pasar modal Indonesia dengan sektor lainnya juga menunjukan aktivitas korporasi menarik.
-
Bantah Rumor Gagal Bayar ke BSI, Bos ENVY: Informasi Itu Menyesatkan dan Tidak Benar!
Manajemen PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) menegaskan tidak memiliki utang kepada Bank Syariah Indonesia, membantah informasi mengenai gagal bayar yang dapat menyesatkan investor. ENVY menyerukan transparansi dan meminta masyarakat merujuk pada informasi resmi Bursa Efek Indonesia untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak berdasar.
-
Lego Saham Treasuri, Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Kantongi Dana Segar Rp40,79 Miliar
PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) mendapatkan dana Rp40,79 miliar dari pengalihan 72,19 juta saham treasuri, dengan rata-rata harga Rp964 per lembar. Langkah ini terjadi di tengah performa IHSG yang kuat. TRIN juga masih memiliki 126,8 juta saham hasil buyback yang belum dialihkan.