Powered by
WordPress
  • Genjot Sumber Daya Nikel, Vale Indonesia (INCO) Habiskan US$347 Ribu untuk Eksplorasi di Akhir 2025

    PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meningkatkan aktivitas eksplorasi untuk meningkatkan cadangan mineralnya hingga akhir tahun 2025, dengan anggaran yang dialokasikan sebesar US$347.877,63 pada bulan Desember. Perusahaan berfokus pada area strategis di dalam izin penambangannya, menggunakan metode pengeboran inti dan survei geofisika untuk meningkatkan akurasi sumber daya dan melanjutkan evaluasi.

  • Presdir Bank Woori Saudara (SDRA) Kim Eungchul Mengundurkan Diri, RUPSLB Siap Digelar Akhir Januari

    PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama Kim Eungchul, efektif mulai 7 Januari 2026. Bank telah menjadwalkan rapat pemegang saham luar biasa pada 30 Januari 2026 untuk membahas kontinuitas kepemimpinan. Kim Eungchul, seorang bankir berpengalaman dari Korea Selatan, belum memberikan alasan atas pengunduran dirinya.

  • IATA Resmikan ‘1st Digging Ceremony’, Targetkan Produksi 3 Juta Ton Batu Bara

    PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) resmi memulai operasional tambangnya dengan seremoni penggalian pertama. Melalui anak usaha PT Arthaco Prima Energy, IATA menjalin kerja sama dengan PT Kalimantan Prima Persada untuk kontrak senilai Rp5 triliun selama lima tahun. Target produksi tahun 2026 ditetapkan 3 juta MT, dengan potensi mencapai 7 juta MT.

  • Bidik Pasar Global, Lovina (STRK) Targetkan 60 Persen Pendapatan dari Ekspor pada 2026

    PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) sedang menerapkan strategi ekspansi global besar-besaran untuk meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan hingga tahun 2026, dengan fokus pada pasar internasional karena tantangan domestik. Perusahaan meluncurkan tiga produk inovatif dan meningkatkan kapasitas produksi sambil memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk memenuhi permintaan ekspor yang meningkat.

  • Perluas Cadangan Batu Bara, Bukit Asam (PTBA) Kucurkan Rp27,15 Miliar untuk Eksplorasi

    PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan Rp27,15 miliar untuk eksplorasi kuartal IV 2025 di Tanjung Enim, Peranap, dan Ombilin. Fokus utama ada di Tanjung Enim Mining Site dengan 95 titik bor, total kedalaman 19.142 meter. Kualitas batu bara diperiksa dengan 950 sampel, tetapi eksplorasi untuk anak usaha IPC belum dilakukan.

  • Saham NCKL “Ngegas” 23 Persen, Glencore Lepas 18,28 Juta Lembar Saham

    Glencore International Ltd telah menjual 18.281.900 lembar saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) pada awal Januari 2026, mengurangi kepemilikan menjadi 7,16 persen. Penjualan berlangsung dalam tiga tahap dan terjadi bersamaan dengan lonjakan harga saham NCKL yang naik 23,35 persen dalam lima hari terakhir.

  • WIIM Meroket 121 Persen! Wismilak Kantongi Dana Segar Rp29 Miliar

    PT Wismilak Inti Makmur Tbk mengumpulkan dana Rp29,66 miliar dari penjualan 14,93 juta saham treasuri, termasuk Rp16,69 miliar dari 11,13 juta saham yang dialihkan akhir Desember 2025. Saham WIIM naik 7,53 persen dalam perdagangan terbaru, dengan kenaikan 121,74 persen dalam enam bulan terakhir. Sektor-sektor utama juga menunjukkan pertumbuhan.

  • Dapen Bank Jateng “Lego” Saham YOII di Tengah Ketatnya Aturan Modal OJK

    Dapen Bank Jateng baru-baru ini menjual saham di PT Asuransi Digital Bersama Tbk. (YOII), mengurangi kepemilikannya dari 8,92% menjadi 8,52%. Pelepasan saham tersebut, yang menghasilkan Rp1,69 miliar, berdampak pada harga saham YOII yang turun sebesar 3,48%. Sementara itu, sektor lain seperti pertambangan dan properti menunjukkan pertumbuhan di tengah tekanan regulasi pada industri asuransi.

  • Garuda Indonesia (GIAA) Rapikan Saham Rp1,71 Triliun Ikuti Regulasi Baru

    PT Garuda Indonesia (GIAA) melakukan restrukturisasi saham dengan Danantara Asset Management melepas 3,74 miliar lembar saham seharga Rp459 per lembar, mengumpulkan dana Rp1,71 triliun. Pengalihan ini ke BP BUMN memenuhi ketentuan hukum. IHSG dipacu sektor properti, konsumer non-siklikal, dan energi, sementara PT Sidomulyo Selaras mengonversi utang menjadi saham.

  • DER Anjlok dari 517% ke 58%, Sidomulyo Selaras (SDMU) Tuntaskan Konversi Utang Rp61,35 Miliar

    PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) telah menyelesaikan penambahan modal Rp61,35 miliar melalui private placement untuk memperbaiki struktur keuangan. Tjoe Mien Sasminto kini menguasai 68,92% saham setelah konversi utang. Restrukturisasi ini menurunkan rasio utang SDMU dan menandai momentum positif di pasar modal Indonesia dengan IHSG mendekati 9.000.

  • Meroket 1.000 Persen! Strategi “Jalan Tol” Batu Bara RMKE Siap Cetak Pendapatan Rp4,1 Triliun di 2026

    PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan performa saham yang luar biasa, melesat lebih dari 1.000% YoY, ditutup di Rp6.775. Lonjakan ini didorong oleh penguatan fundamental bisnis dan pembangunan infrastruktur hauling. RMKE menargetkan pendapatan Rp4,1 triliun dan telah merencanakan penerbitan obligasi Rp600 miliar untuk mendukung ekspansi.

  • Review Sentimen Pasar 7 Januari 2026: Euphoria Rekor IHSG dan Manuver Raksasa

    Pada 7 Januari 2026, pasar modal Indonesia mencapai rekor tertinggi baru dengan IHSG meningkat pesat, didorong oleh sektor BUMN dan industri. Aksi korporasi besar, termasuk divestasi dan transaksi jumbo, memicu optimisme, meski ada kabar negatif terkait direksi dan aksi jual saham. Sentimen pasar bervariasi antara positif, netral, dan negatif.

  • IHSG Pecah Rekor! Dari Lego Sariwangi UNVR hingga Konsolidasi Triliunan BUMN: Review Pasar 7 Januari 2026

    Pada 7 Januari 2026, pasar modal Indonesia mencatatkan rekor tertinggi baru, didorong oleh sektor BUMN yang meningkat 3,42%. Unilever menjual Sariwangi seharga Rp1,5 triliun untuk fokus pada bisnis inti. Restrukturisasi BUMN dan transaksi besar di sektor perbankan juga terjadi, termasuk spin-off BTN dan sejumlah divestasi.

  • Manuver Raksasa BTN: Tuntaskan Transaksi Rp5,56 Triliun Saat IHSG Cetak Rekor Baru

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menyelesaikan transaksi signifikan senilai Rp5,56 triliun melalui pengalihan unit usaha syariah kepada Bank Syariah Nasional (BSN), mengukuhkan kepemilikan dominan 99,99%. Meskipun saham BBTN mengalami fluktuasi, proyeksi analis optimis. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi BTN di pasar perbankan syariah Indonesia.