Powered by
WordPress
  • Laba Bersih AMMN Naik 1.044% di Q3 2024

    PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat laba bersih USD717,11 juta pada kuartal III-2024, meningkat 1.044,26 persen dari tahun lalu. Penjualan mencapai USD2,49 miliar, naik 116,5 persen. Total aset dan ekuitas juga meningkat, dengan total aset mencapai USD10,87 miliar per 30 September 2024.

  • FLMC Unusual Market Activity (UMA): Ada Apa?

    BEI memantau harga saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk akibat aktivitas pasar yang tidak biasa, meminta investor memperhatikan kinerja dan rencana corporate action perusahaan.

  • PT Harimas Serok 468.750.000 lembar saham di IMPC

    PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengumumkan bahwa PT Harimas Tunggal Perkasa meningkatkan kepemilikan sahamnya pada 7 Januari 2025, membeli 468,75 juta lembar saham di harga Rp320 per lembar. Setelah pembelian, kepemilikan saham Harimas di IMPC mencapai 24,41 miliara lembar atau 44,99%. Saham IMPC turun Rp4 menjadi Rp330.

  • BTPS Alihkan Saham Treasuri ke Direksi dan Karyawan

    PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) akan mengalihkan 186.000 saham treasuri kepada Direksi dan karyawan sebagai komponen remunerasi variabel. Proses ini dimulai pada 24 Januari 2025, setelah melakukan buyback 2,5 juta saham pada 2019. Setelah pengalihan, sisa saham treasuri BTPS menjadi 0 saham.

  • Hasil Penggunana Dana IPO MAHA Dan Perubahan Pemegang Saham

    PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) mengumumkan perubahan pemegang saham dengan Diah Asriningpuri Sugianto menambah 1 juta saham. Setelah IPO pada 25 Juli 2023, MAHA meraih Rp491,5 miliar, dengan biaya Rp8,53 miliar, menghasilkan Rp483,05 miliar yang telah digunakan untuk pembelian truk, vessel, dan dolly.

  • BRMS Menduduki sebagai Top Net Foreign Buy di Bursa

    Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin Top Net Foreign Buy dengan net 109,28 juta lembar, diikuti PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dengan 49,66 juta lembar.

  • Suspensi Transaksi Saham DMND oleh BEI: Kenapa?

    PT Bursa Efek Indonesia menyuspensi transaksi saham PT Diamond Food Indonesia Tbk sejak 8 Januari 2025 akibat volume transaksi harian yang rendah, di bawah 10 ribu lembar.

  • Perjanjian Fasilitas Pembiayaan RATU dan PJUC

    PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menandatangani Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call 2025 dengan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), senilai USD6.907.652. Kerja sama ini bertujuan mengembangkan usaha di bidang energi upstream, meningkatkan laba RAJA, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta masyarakat.

  • IPO HBAT: Dana Rp23,8 Miliar untuk Pembangunan dan Modal Kerja

    PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) menyimpan Rp3,76 miliar dari hasil IPO, telah menggunakan Rp20,03 miliar untuk pembelian tanah dan modal kerja.

  • Potensi Penjualan Proyek Lippo Karawaci Meningkat di Tangerang Raya

    PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) fokus pada peningkatan penjualan di Tangerang Raya, khususnya Lippo Village dan Park Serpong, dengan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pada Kuartal III-2024, pra penjualan LPKR mencapai Rp4,25 triliun, meningkat 26% dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan pasar yang kuat.

  • Saham AADI Meroket 5,19% di Sesi 1 Perdagangan Hari Ini

    Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengalami lonjakan transaksi pada 10 Januari 2025, dengan 20,35 juta saham diperdagangkan dan nilai Rp 159,99 miliar. Sebelumnya, pada 9 Januari, hanya 7,91 juta saham yang diperdagangkan. AADI baru-baru ini melaksanakan IPO pada 5 Desember 2024 dengan harga Rp 5.550/saham.

  • Optimis Bukalapak Bisa Melonjak, Benarkah?

    Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi dan target harga saham Bukalapak.com Tbk, setelah penutupan bisnis marketplace produk fisik. Meskipun langkah ini dianggap signifikan, potensi penguatan saham tetap ada. Dengan target harga Rp 184, Mansek menyoroti risiko biaya dan visi bisnis yang tidak jelas ke depan, meskipun kontribusi pasar rendah.

  • IPO CBDK: Detail dan Prospek Saham di Hari Pertama Listing

    PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, akan mencatatkan saham di BEI pada 13 Januari 2025, setelah IPO pada 3-9 Januari. Hasil penjatahan saham mengejutkan, dengan pengguna hanya mendapat 1-2 lot. Fath Aliansyah Budiman memperkirakan saham CBDK akan mengalami kenaikan signifikan pada hari pertama.

  • Transaksi Afiliasi POSA: Konversi Utang Jadi Modal Rp153,2 miliar

    PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) melakukan transaksi afiliasi dengan meningkatkan modal disetor pada PT Tanjung Pinang Indah, PT Lahan Makmur Indah, dan PT ABC Bali Laut melalui konversi utang sebesar Rp153,2 miliar, Rp91,14 miliar, dan Rp2,2 miliar. Eko Heru Prasetyo menegaskan bahwa perubahan ini tidak mempengaruhi operasional POSA.