Powered by
WordPress
  • Jaya Ancol (PJAA) Kantongi Dana Segar Rp175 Miliar di Tengah Rekor IHSG

    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menerima dana Rp175,91 miliar sebagai ganti rugi tanah untuk pembangunan infrastruktur pemerintah. Dana ini tidak mengganggu operasional perusahaan. Kabar ini mendukung penguatan pasar modal Indonesia, dengan IHSG mencapai rekor baru. Sementara, emiten lain juga melakukan buyback dan ekspansi bisnis, meningkatkan dinamika pasar.

  • Karya Pacific Siap Borong Saham IATA Rp53 Miliar, Bidik Pengendalian 50,5 Persen

    Pada awal tahun 2026, PT Karya Pacific Investama merencanakan penawaran tender sukarela untuk meningkatkan kepemilikannya di PT MNC Energy Investments Tbk sebesar Rp53 miliar. Ini dapat meningkatkan kepemilikan total menjadi 50,50 persen. Karya Pacific tetap berkomitmen pada keberlanjutan perusahaan dan tidak akan mengubah manajemen atau ketenagakerjaan.

  • DEWA Guyur Rp429 Miliar demi Jaga Stabilitas Saham

    PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah mengalokasikan Rp429,99 miliar untuk buyback saham, membeli 790,69 juta lembar dalam dua tahap. Dengan sisa anggaran Rp520,01 miliar, DEWA menunjukkan komitmen pada stabilitas pasar. Aktivitas ini sejalan dengan regulasi OJK, terjadi di tengah dinamika bursa yang tinggi awal Januari 2026.

  • Dari Besi Kapal ke Kopi dan Susu: OPMS Gebrak Pasar dengan 16 Lini Bisnis Baru, Saham Terbang 163%!

    PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) kini bertransformasi dari perdagangan logam bekas kapal ke sektor pangan, mencakup 16 lini bisnis baru. Langkah ini disetujui Desember 2025 dan memicu lonjakan saham 163,38% hingga Januari 2026. OPMS tetap berkomitmen menjaga stabilitas pendapatan dari segmen logam bekas.

  • IHSG Tembus Rekor Baru! Review Pasar 6 Januari: Guyuran Dividen, Ekspansi Jumbo, hingga Tekanan Regulasi

    Pasar modal Indonesia mencapai rekor tertinggi pada 6 Januari 2026, dengan IHSG meningkat 0,84%. Momentum positif didukung oleh dividen dari PNGO, pendanaan MKNT, dan pertumbuhan pemegang saham CDIA. Namun, terdapat tekanan pada saham YOII dan peringatan suspensi dari otoritas bursa, menyebabkan investor harus lebih berhati-hati.

  • Dari Guyuran Dividen PNGO hingga Manuver Modal MKNT: Review Pasar 6 Januari 2026

    Pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif pada 6 Januari 2026, dengan IHSG naik 0,84% mencapai rekor tertinggi. PT Mitra Komunikasi Nusantara memperoleh pendanaan besar untuk akuisisi, sementara PT Pinago Utama mengumumkan dividen. Bank Central Asia melanjutkan buyback saham, meskipun investor diingatkan untuk berhati-hati terhadap volatilitas saham tertentu.

  • Magnit Barito Group! Pemegang Saham CDIA Meledak, Bertambah 13 Ribu dalam Sebulan

    Investasi di Barito Group semakin diminati di akhir 2025, dengan PT Chandra Daya Investasi Tbk melaporkan tambahan 13.768 pemegang saham baru, menjadikan total 270.828. Meskipun terjadi lonjakan, komposisi saham utama tetap stabil. Sektor industri menunjukkan penguatan, mendorong IHSG naik, meski ada tanda-tanda suspensi saham meningkat.

  • PNGO Guyur Dividen Rp90 per Saham di Tengah Rekor IHSG, Cek Jadwal Lengkapnya!

    PT Pinago Utama Tbk. akan membagikan dividen tunai interim sebesar Rp70,31 miliar dengan yield 2,86% kepada para pemegang saham pada Januari 2026. Keputusan ini muncul di tengah kinerja pasar yang positif. Hingga September 2025, PNGO mencatatkan laba bersih Rp212,73 miliar dan total ekuitas Rp1,16 triliun.

  • Maybank Sekuritas Masuk! Porsi Saham Bos SMIL Menyusut di Tengah Rekor IHSG 2026

    Di awal tahun 2026, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) mengalami perubahan kepemilikan saham signifikan dengan masuknya Maybank Sekuritas sebagai pemegang baru. Sementara itu, kepemilikan Direktur Utama Hadi Suhermin menurun. Indeks Harga Saham Gabungan mencetak rekor baru, dipicu oleh performa baik beberapa sektor, meski saham SMIL mengalami koreksi.

  • MKNT Kantongi Rp822 Miliar untuk Caplok Bisnis Baja hingga Tambang Udang

    PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memulai transformasi besar pada awal 2026 dengan mengamankan pendanaan Rp822,9 miliar untuk akuisisi dua perusahaan, PT Radja Udang Malingping dan PT Citra Baru Steel. Pendanaan ini juga diharapkan memperkuat pertumbuhan dan kesinambungan usaha di pasar modal yang positif.

  • Saham YOII Terperosok Saat Dapen Bank Jateng Lepas Kepemilikan

    Di tengah lonjakan IHSG, sektor asuransi digital, khususnya PT Asuransi Digital Bersama Tbk. (YOII), mengalami tekanan regulasi. Dapen Bank Jateng mengurangi kepemilikannya di YOII, yang berdampak pada penurunan harga saham. Regulasi baru mengharuskan asuransi memiliki ekuitas minimum, mendorong perlunya aksi korporasi untuk memenuhi persyaratan tersebut.

  • MORA Meledak! ‘Cerai’ dari XL dan Digandeng Sinar Mas, Free Float Saham Melompat Drastis

    Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mengalami lonjakan signifikan pada akhir 2025, setelah kepergian PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang menjual sahamnya. Rencana merger dengan PT Eka Mas Republik meningkatkan sentimen positif. Harga saham MORA naik 15,22% dalam sebulan dan berpotensi mencapai nilai lebih tinggi pasca-merger.

  • Aksi Borong Rp5 Triliun! Menakar Langkah Strategis BCA (BBCA) Jaga Stabilitas Harga Saham

    PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melaksanakan program buyback saham sebesar Rp5 triliun untuk menstabilkan fluktuasi harga saham BBCA. Program ini dimulai pada 22 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 19 Januari 2026. Meskipun harga saham masih di bawah rekor, aksi ini diharapkan dapat mendukung harga saham yang stabil.

  • Tembus 207 Juta Transaksi! Bank Raya (AGRO) Sukses Luncurkan Kartu Digital Visa di SSF 2025

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) memulai tahun 2026 dengan meluncurkan Kartu Digital Debit Visa di Sorak Sorai Festival 2025. Produk ini mempermudah transaksi harian dengan keamanan tambahan. Selama festival, aplikasi Raya mencatat lebih dari 207 juta transaksi, mengindikasikan antusiasme tinggi dari pengunjung. Pasar modal juga menunjukkan tren positif.