- Powered by
- WordPress
-
Merdeka Gold Resources Terjunkan Tim Darurat dan Alat Berat Atasi Banjir Pohuwato
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) cepat tanggap terhadap bencana banjir di Pohuwato, Gorontalo, pada akhir Desember 2025. Melalui Pani Gold Mine, perusahaan mengerahkan tim ahli dan distribusi 1.900 paket makanan. Mereka juga menyediakan alat berat dan memperbaiki infrastruktur. Komitmen ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.
-
Strategi Buyback BBCA: Habiskan Rp249 Miliar di Tahap Awal, BCA Siapkan Dana Segar Rp5 Triliun!
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan realisasi buyback saham sebesar Rp249,99 miliar dari 28.317.500 lembar saham pada periode Maret hingga Mei 2025, baru mencapai 24,99% dari anggaran Rp1 triliun. BCA kini bersiap untuk program buyback lebih besar dengan anggaran Rp5 triliun hingga Januari 2026.
-
Divestasi Berlanjut! Bos Hetzer Medical (MEDS) Jual Jutaan Saham di Awal 2026
Jemmy Kurniawan, Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk, melakukan divestasi dengan melepas jutaan saham pada 2 Januari 2026, mengurangi kepemilikannya dari 63,33 persen menjadi 62,86 persen. Penjualan ini tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan, meskipun MEDS mengalami kerugian dan volatilitas harga saham yang signifikan.
-
Momentum Harga Melandai, Direksi Hermina (HEAL) “Serok” Saham Rp15,64 Miliar
Pada tahun lalu, penurunan harga saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dimanfaatkan oleh Direktur Yulisar Khiat untuk memperbesar kepemilikan sahamnya dengan membeli 11,27 juta lembar. Transaksi ini memperkuat sinyal kepercayaan internal terhadap prospek jangka panjang perusahaan, dan meningkatkan nilai asetnya menjadi Rp1,42 triliun.
-
Bos WGSH Serok 21 Juta Saham di Harga “Diskon”
Ikin Wirawan, Komisaris PT Wira Global Solusi Tbk, melakukan pembelian masif 21.050.000 saham dengan total investasi Rp2,95 miliar pada harga Rp140 per saham. Kepemilikannya meningkat dari 10,36% menjadi 12,38%. Pembelian ini terjadi jauh di bawah harga pasar, yang saat ini berada di Rp280 per saham, menandakan potensi keuntungan.
-
Aksi Korporasi Jumbo! PACK Siap Rilis Obligasi Konversi Rp3,25 Triliun
PT Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) telah memulai rights issue dengan menyiapkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp3,25 triliun. Penerbitan OWK dijadwalkan pada 26 Januari 2026, dengan bunga zero dan konversi satu unit OWK menjadi satu saham baru. Eco Energi Perkasa mendukung penuh aksi korporasi ini.
-
Grup Emtek Perkuat Cengkeraman di Superbank, Borong Saham Senilai Rp25,77 Miliar
Grup Emtek, melalui PT Elang Media Visitama, meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), membeli 28.317.400 lembar saham pada 30 Desember 2025. Total investasi mencapai Rp25,76 miliar, meningkatkan porsi kepemilikan menjadi 27,60 persen, meskipun harga saham SUPA mengalami penurunan 3,24 persen.
-
Bank Jatim Jadi Induk KUB Bank Lampung Setelah Guyur Modal Rp100 Miliar
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menjadi perusahaan induk Bank Lampung setelah menyetorkan modal Rp100 miliar. Transaksi ini mendapatkan persetujuan OJK, dan Bank Jatim kini memiliki 5,42% saham di Bank Lampung. Langkah ini bertujuan memperkuat sinergi antar Bank Pembangunan Daerah.
-
NETV Terus “Melesat” Meski Disemprit Bursa: Akankah Bernasib Sama Seperti Induknya?
Saham PT MDTV Media Technologies Tbk. (NETV) menarik perhatian pasar dengan lonjakan harga 14,29 persen dalam satu minggu, meski mendapat peringatan dari regulator. Meskipun dalam pengawasan, harga saham tetap naik signifikan. Spekulasi muncul terkait dampak pada induk usaha, PT MDTV Entertainment Tbk. (FILM), yang sedang disuspensi.
-
Strategi Digital BBCA: BCA Finance Limited di Hong Kong Resmi Dilikuidasi
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara resmi melikuidasi entitas luar negerinya, BCA Finance Limited, efektif mulai 3 Januari 2026. Keputusan ini mencerminkan pergeseran perilaku pelanggan ke arah perbankan digital. Meskipun terjadi penutupan, manajemen memastikan bahwa langkah ini tidak akan berdampak pada stabilitas keuangan perusahaan induk.
-
Aksi Divestasi Haskojaya: Lepas 28,54 Juta Saham NELY dengan Harga “Diskon”
Haskojaya Abadi, pengendali PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), telah melakukan divestasi dengan melepas 28,54 juta saham di akhir 2025 dengan harga Rp350 per lembar, lebih rendah 13,36 persen dari harga pasar. Meskipun terjual murah, saham NELY justru naik 16 persen di awal 2026.
-
Rugi Telak! Master Print (PTMP) “Boncos” 201 Persen di Kuartal III-2025
PT Master Print Tbk (PTMP) mengalami kerugian bersih Rp10,42 miliar per 30 September 2025, meningkat 201% dibanding periode tahun lalu. Meskipun penjualan bersih naik 3,72% menjadi Rp97,3 miliar, beban pokok dan pengeluaran lain yang meningkat menyebabkan laba kotor menyusut, serta penurunan total aset dan ekuitas perusahaan.
-
Suntikan Dana Segar! Bos SULI Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga Rp25,86 Miliar
PT SLJ Global Tbk (SULI) menerima pinjaman pemegang saham sebesar SGD 2 juta dari Amir Sunarko untuk memperkuat struktur keuangannya hingga akhir tahun 2025. Pinjaman tanpa bunga ini bertujuan untuk mengurangi kewajiban jangka pendek, meningkatkan arus kas untuk produksi, dan meningkatkan likuiditas secara keseluruhan, sehingga mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan kepercayaan pemegang saham.
-
Aksi Divestasi Axiata: Lepas 36,56 Juta Saham LINK demi Penuhi Ambang Batas Free Float
Axiata Investments telah melakukan divestasi saham PT Link Net Tbk dengan menjual 36.562.377 lembar saham pada 30 Desember 2025. Penjualan ini mengurangi kepemilikan Axiata dari 70,66 persen menjadi 69,38 persen. Tujuannya adalah untuk meningkatkan porsi saham publik menjadi 7,5 persen, sesuai regulasi pasar modal Indonesia.