- Powered by
- WordPress
-
Resmi Berganti Pengendali! Radiant Ruby Caplok AMMS, Siap Garap Bisnis Aset Digital
PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) telah resmi diakuisisi oleh Radiant Ruby Company Ltd, yang mengambil alih 51 persen saham AMMS senilai Rp18,9 miliar. Akuisisi ini mengubah fokus bisnis AMMS dari jasa budidaya ikan ke industri aset digital, dengan rencana pengembangan produk teknologi keuangan digital dan program edukasi investasi.
-
Saka Industrial Arjaya (Grup Astra) “Gembok” MMLP, Saham Publik Tersisa 8,56 Persen
Saka Industrial Arjaya has strengthened its control over PT Mega Manunggal Property Tbk by significantly increasing its shareholding to 91.44 percent after acquiring 534,813,870 additional shares on December 30, 2025. As a result, public shares have decreased to 8.56 percent. The market reacted positively, with share prices rising to Rp555.
-
Gebrakan Baru GPSO: Manajemen Baru Jajaki Pinjaman Jumbo untuk Transformasi Bisnis
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) memulai transformasi kepemimpinan di awal 2026 dengan menunjuk Dionysius Tjokro sebagai Direktur Utama. Perusahaan mencari pinjaman dari lembaga keuangan untuk mendukung strategi pertumbuhan, didukung oleh kondisi keuangan solid dengan liabilitas rendah dan ekuitas tinggi, memanfaatkan era suku bunga rendah.
-
Prediksi Pasar Modal Awal 2026: Intip Saham yang Bakal “Cuan”, Konsolidasi, dan Berisiko
Pada pekan pertama 2026, bursa Indonesia menunjukkan dinamika beragam dari aksi korporasi. Saham dengan potensi bullish seperti MPXL dan ADRO menarik perhatian investor, sementara emiten netral seperti BBTN melakukan penyesuaian internal. Namun, beberapa perusahaan seperti INCO dan WIKA menghadapi tekanan yang dapat mempengaruhi harga saham.
-
Gebrakan Emiten Awal 2026: Dari Dividen Triliunan ADRO hingga Ekspansi Global TPIA
Pada minggu pertama 2026, pasar modal Indonesia aktif dengan dividen, akuisisi, dan pergerakan saham. Fokus investor terletak pada sektor energi, logistik, dan otomotif. Beberapa emiten strategis, seperti MPX Logistics dan Alamtri Resources, melakukan ekspansi serta pembagian dividen besar. Di sisi lain, Vale Indonesia menghadapi tantangan hukum, sedangkan manajemen sejumlah perusahaan mengalami perubahan.
-
Ekspansi Jumbo! MEJA Siap Caplok Aset Batubara Rp1,6 Triliun di Sumatera Selatan
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana mengakuisisi 45% saham di PT Trimata Coal Perkasa, dengan investasi sebesar Rp1,6 triliun. Langkah strategis ini bertujuan untuk memasuki sektor energi, dengan memanfaatkan aset batubara yang signifikan di Sumatera Selatan. Proses akuisisi ini mematuhi regulasi pasar untuk memastikan transparansi bagi pemegang saham.
-
Direktur AYAM Borong Saham Senilai Rp13,75 Miliar untuk Investasi Jangka Panjang
Direktur PT Ayam-Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), Fadhl Muhammad Firdaus, membeli 35.266.000 lembar saham pada 23 Desember 2025, meningkatkan kepemilikannya menjadi 1,68 persen. Pembelian ini mencerminkan kepercayaan atas prospek perusahaan, sementara saham AYAM mengalami lonjakan 204,23 persen selama 2025. Investor kini menantikan strategi bisnis AYAM untuk 2026.
-
Babak Baru Pengurus OCBC NISP: Helen Wong Resmi Tanggalkan Jabatan Komisaris
PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengumumkan pengunduran diri Helen Wong dari Dewan Komisaris, efektif berdasarkan laporan 2 Januari 2026. Proses ini dimulai dengan permohonan pada 18 September 2025. Meskipun terjadi perubahan, posisi manajemen lainnya tetap stabil, dan tidak ada perubahan di dewan direksi.
-
Bikin Modal Lebih Ramping, BPII Resmi Hapus 425,82 Juta Saham Hasil Buyback
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) telah resmi menghapus 425.820.000 saham treasuri hasil buyback untuk menyederhanakan struktur permodalan. Langkah ini disetujui dalam RUPSLB pada 20 Oktober 2025 dan mendapat izin resmi. Jumlah saham beredar kini berkurang dari 10.309.973.240 menjadi 9.884.153.240 lembar, bertujuan untuk meningkatkan nilai bagi investor.
-
Ubah Strategi Bisnis, Austindo (ANJT) Tutup Operasional Tiga Anak Perusahaan Sekaligus
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) akan menghentikan operasional tiga anak perusahaan mulai 31 Desember 2025. Keputusan ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi jangka panjang perusahaan, yang dianggap tidak selaras dengan visi pertumbuhan. Manajemen memastikan penghentian ini tidak berdampak negatif pada kondisi keuangan atau keberlangsungan grup.
-
Agresif Ekspansi! Kentanix (KSIX) Guyur Modal Jumbo ke Tiga Afiliasi Demi Proyek Properti
PT Kentanix Supra International Tbk. (KSIX) meningkatkan modal pada tiga entitas afiliasi untuk mempercepat proyek strategis. Modal ditambah sebesar Rp38,5 miliar di SPB, Rp452,6 miliar di PSPU, dan Rp380,9 miliar di IBM. Pendanaan ini diarahkan untuk proyek infrastruktur dan pengembangan lahan di Bekasi dan Harvest City.
-
Kabar Gembira! ADRO Siap Guyur Dividen Rp4,18 Triliun, Simak Rinciannya per Saham
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) akan membagikan dividen tunai interim tahun 2025 sebesar Rp4,18 triliun kepada pemegang saham, dengan kurs konversi Rp16.720 per USD. Setiap saham akan menerima Rp145,14. Manajemen memastikan bahwa pembagian ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan, menegaskan komitmen ADRO terhadap investor.
-
Saham MPXL “Ngegas” 11% di Awal 2026, Manajemen Siapkan 6 Jurus Perkuat Fundamental
Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mencatat lonjakan 11,36 persen pada awal 2026, menjadi Rp294. Ini didorong oleh enam strategi manajemen untuk memperkuat fundamental, termasuk optimalisasi rute baru dan kemitraan strategis. Analisis pasar menunjukkan sinyal bullish, dengan proyeksi harga mencapai Rp310-Rp320 jika sentimen positif berlanjut.
-
Ronald Sutardja Kembali Pimpin BUMA, Perkuat Operasional Anak Usaha DOID
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melakukan perombakan direksi, efektif 1 Januari 2026. Ronald Sutardja diangkat sebagai Direktur Utama, menggantikan Indra Kanoena. Tujuan perubahan ini adalah untuk memastikan kesinambungan manajemen dan stabilitas operasional, serta memperkuat posisi BUMA di industri pertambangan. Susunan baru termasuk Ashish Gupta sebagai Komisaris Utama.