- Powered by
- WordPress
-
Gelar Rights Issue Rp3,2 Triliun, BEI Tetapkan Harga Teoritis Saham INET Rp472
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoritis saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebesar Rp472 per saham menyusul rencana rights issue dengan rasio 3:4. Perusahaan menargetkan penerbitan 12,8 miliar saham baru untuk meraih dana Rp3,2 triliun dalam periode rights issue yang dimulai 5 Januari 2026.
-
Toba Surimi (CRAB) Masih Kantongi Sisa Dana IPO Rp2,47 Miliar Setelah Tiga Tahun Melantai di Bursa
PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp2,47 miliar hingga 31 Desember 2025, setelah menggunakan Rp52,7 miliar dari total Rp55,23 miliar. Dana digunakan sepenuhnya untuk modal kerja, sedangkan pengadaan kapal laut baru terealisasi sebagian. Saham CRAB naik 86 persen sejak IPO.
-
Aksi Kontras Duo Hamka di Tengah Lonjakan Saham CMNP: Feisal Borong, Jusuf Melepas
Kepemilikan saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menarik perhatian pasar karena manuver keluarga Jusuf Hamka. Feisal Hamka meningkatkan sahamnya menjadi 5,01 persen, sementara Jusuf Hamka menjual 130,8 juta lembar, mengurangi kepemilikannya menjadi 5,39 persen. Di tengah aksi ini, harga saham CMNP meroket 49 persen.
-
Wijaya Karya (WIKA) Digugat PKPU Rp794 Juta
PT Wijaya Karya (WIKA) sedang menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari PT Abacurra Indonesia terkait sisa tagihan proyek senilai Rp794,49 juta. Meskipun ada gugatan, manajemen WIKA meyakini bahwa situasi ini tidak mengganggu stabilitas perusahaan, dan proses hukum akan terus dilaksanakan sesuai ketentuan.
-
Abadi Nusantara (PACK) Gelar Right Issue Senilai Rp3,25 Triliun untuk Ekspansi dan Akuisisi
PT Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) berencana melakukan penambahan modal Rp3,25 triliun melalui right issue dan penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK). Sebanyak 32,58 miliar saham baru akan diterbitkan. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk akuisisi dan modal kerja. Pembeli siaga Eco Energi Perkasa siap mendukung rencana ini.
-
Harga Nikel Dunia Meroket ke Level Tertinggi 14 Bulan, Imbas Setop Tambang Vale Indonesia (INCO)
Pada 4 Januari 2025, harga nikel global mengalami lonjakan signifikan karena penghentian sementara penambangan PT Vale Indonesia dan rencana pemerintah Indonesia untuk memperketat pasokan. Harga nikel mencapai US$16.945 per metrik ton di LME. Selain itu, aluminium dan logam dasar lainnya juga mencatatkan kenaikan harga.
-
Samindo Resources (MYOH) Siapkan Strategi Diversifikasi
PT Samindo Resources Tbk (MYOH) memperpanjang kontrak kerjasama dengan PT Kideco Jaya Agung selama lima tahun, hingga 2029, untuk menjaga pendapatan. Target coal getting tahun 2026 diturunkan menjadi 4,5 juta ton. MYOH juga menargetkan diversifikasi pendapatan melalui proyek baru dan optimis pemulihan harga batubara di masa depan.
-
Hanwha Kini Kuasai 61,5 Persen Saham Lippo Insurance
Investor Korea Selatan, Hanwha General Insurance, membeli 1,398 miliar lembar saham PT Lippo General Insurance Tbk seharga Rp914,29 miliar pada 29 Desember 2025, meningkatkan kepemilikan dari 14,9% menjadi 61,5%. Meskipun tidak langsung mengendalikan perusahaan, Hanwha berencana menjadi pemegang saham pengendali dengan total 62,59%.
-
Chandra Asri (TPIA) Patok Bunga Obligasi Rp1,5 Triliun untuk Perkuat Modal Kerja
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) will issue bonds totaling Rp1,5 trillion as part of its Rp6 trillion Continuous Bond Program. This includes three series with varying interest rates and maturities. Proceeds will fund working capital, specifically for raw material purchases, and involve seven underwriters. The bonds are set to be listed on January 14,…
-
Bayar Utang, Entitas Bakrie Jual 1,26 Persen Saham VKTR Senilai Rp466,1 Miliar
PT Bakrie Metal Industries telah melepas 1,26 persen saham di PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dengan harga Rp845 per saham, mengumpulkan Rp466,1 miliar untuk memenuhi kewajiban utang. Meskipun kepemilikan menurun, kontrol perusahaan terhadap VKTR tetap tidak berubah. Saham VKTR mengalami lonjakan 17,16 persen pasca divestasi.
-
Harum Energy (HRUM) Siapkan Dana Rp335 Miliar untuk Buyback
PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mengumumkan rencana buyback saham untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, dengan alokasi dana Rp335 miliar. Pelaksanaan buyback selama tiga bulan dimulai 2 Januari 2026. Dana berasal dari sumber internal, diperkirakan tidak berdampak negatif pada operasional, dan saham akan dicatat sebagai saham treasuri.
-
Emiten Mebel SOFA Banting Setir Incar Proyek Energi Hijau Danantara
PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) is expanding into renewable energy following a major takeover by PT Asia Investment Capital. The company restructured its subsidiary, now named PT Parivarta Energi Nusantara (PEN), partnering with PT Sebelas Bersaudara Sinergi. PEN aims to enter a waste-to-energy project consortium and align with Indonesia’s green energy initiatives.
-
Fokus Lini Bisnis Utama, Anabatic (ATIC) Jual Saham Cucu Usaha Senilai Rp4,2 Miliar
PT Anabatic Technologies Tbk. (ATIC) mengumumkan divestasi 60 persen saham di PT IKI Karunia Indonesia melalui PT Emporia Digital Raya, menjual 18.000 lembar saham senilai Rp4,20 miliar. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan menyederhanakan struktur organisasi, tanpa dampak negatif bagi operasional dan keuangan perusahaan.
-
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale (INCO) Setop Sementara Operasional Tambang
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) announced a temporary halt to mining operations in all its special mining permit areas due to the lack of regulatory approval for its 2026 work plan. Despite the suspension, management believes it will not significantly impact the company’s financial condition or business continuity. The focus remains on operational stability and…